Tampilkan postingan dengan label tips sepeda. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tips sepeda. Tampilkan semua postingan

Kamis, 18 Agustus 2016

TIPS MERAWAT SEPEDA

Tips merawat Sepeda Gunung


B2W Indonesia – Apapun yang terlihat bersih pasti nyaman dilihat, terlebih lagi jika berhubungan dengan kerja suatu alat. Bagi Anda pecinta bersepeda (bikers), menjaga kebersihan sepeda tidak hanya enak dilihat, tetapi sepeda itu juga nyaman dipakai. Itulah sebabnya kegiatan membersihkan sepeda menjadi keharusan, walaupun dilakukan sebulan sekali. Saat membersihkan sepeda, Anda sekaligus dapat melakukan pengecekan kelalayakan sepeda, misalnya ada sekrup yang kendor, mata rantai yang mulai aus, atau mata gir yang mulai tumpul. Dengan demikian sepeda Anda siap pakai.
Salah satu perawatan sepeda gunung (MTB) agar siap pakai adalah dengan mencuci dengan benar. Kotoran yang melekat di rantai atau gir dapat mengurangi kinerja bagian tersebut. Akibat kotoran ini sepeda menjadi berat saat dikayuh. Bagaimana cara yang benar mencuci sepeda gunung? Berikut merupakan Tips dan Trik untuk mencuci sepeda gunung dengan benar. Tips dan trik ini memberikan teknik membersihkan MTB mulai dari sadel hingga sistem pengereman. Keseluruhan proses hanya membutuhkan waktu 35 – 40 menit.
Berikut langkah-langkah mencuci sepeda MTB dengan baik dan benar.

1. Lepas semua aksesoris.
Tahap pertama mencuci sepeda gunung yaitu melepas aksesoris yang berada di handle bar (stang), misal : bel, lampu, spidometer dll. Jika anda menggunakan V brakes lepas kabel penghubungnya dengan menekan kedua sisi calipers. Teknik melepas kabel V brakes ini berlaku juga jika anda menggunakan V brakes di roda belakang.

2. Baliklah sepeda Anda sehingga kedua roda di atas

Untuk menghidari lecet pada sadel dan grips gunakan alas yang tidak terlalu keras atau empuk, misal kita dapat menggunakan matras dengan ketebalan 5mm. Adapun cara membalik sepeda yang benar adalah Anda berdiri di samping sepeda, kemudian peganglah bagian suspensi depan (down tube) dan satu tangan memegang seat pos(dudukan sadel). Selanjutnya, putar secara perlahan hingga sepeda terbalik (kedua roda berada di atas).

3. Melepas roda depan dan belakang

Untuk melepas roda depan dan belakang buka pengencang as roda depan dengan membukan klip pengunci jika ada. Jika sepeda Anda tidak menggunakan klip, Anda harus menggunakan kunci pas sesuai dengan ukuran baut pengunci as roda depan. Untuk melepas roda belakang, lepas pengencang as roda belakang, tarik ke belakang sistem pemindah gigi (RD) rear derailleur secukupnya sehingga roda belakang bisa ditarik ke atas dan terlepas.

4. Membersikan sistem penggerak (rantai, gir, pedal, rear derailleur).

Siapkan sikat dan air bersabun. Mulailah menyikat RD dengan sikat yang telah dibasahi air sabun, untuk membersikan rantai gunakan lap kain yang lembut, basahi lap tersebut dengan air sabun, putar rantai dengan memutar pedal ke depan sehingga rantai berputar. Tempelkan lap pada rantai sepeda sehingga kotoran yang itu menempel pada lap tadi.
Lanjutkan dengan membersikan crank (gir depan, lengan pedal dan pedal) dengan sikat yang sudah dibasahi dengan air sabun, sikat secara merata dan teliti sehingga semua bagian penggerak depan terkena air sabun dan kotoran terlepas, kemudian lap dengan lap bersih.
Bersihkan pedal dan bagian sisi dalam gir dengan sikat dibasahi air sabun, lanjutkan dengan mengeringkan dengan lap bersih.

5. Membersihkan bagian bawah frame

Gunakan lap kain dan air sabun. Lap secara merata ke seluruh bagian frame, handle bar (stang depan), bagian top tube (frame atas), dan seatways (frame belakang). Jangan lupa membersihkan kabel pemindah gigi dan penarik rem.

6. Membersikan Sistem Roda.

Gunakan lap kain dan air sabun untuk membersihkan roda depan dan belakang. Jika ada kotoran yang susah di buang, Anda dapat menggunakan cairan pembersih kotoran, misal menggunakan WD-40. Bersihkan kotoran pada as roda, hub, dan keseluruhan roda termasuk jari-jari roda. Jika Anda menggunakan cakram pada roda, sikat dengan teliti di semua bagian cakram.

7. Mengecek Sistem Roda

Pasang kembali roda depan dan belakang, pastikan klip pengenceng roda terpasang denga baik dan dapat mengunci roda dengan sempurna. Mungkin kita sedikit menemui kesulitan untuk memasang kembali roda belakang, tipsnya masukan gir belakang di antara mata rantai dan tekan kebawah sehingga dapat masuk ke dudukan roda belakang dengan sempurna, lakukan dengan hati-hati.
Setelah semua roda terpasang cek putaran roda baik depan dan belakang amati dengan seksama apakah goyang atau tidak, jika goyang kemungkinan besar jari-jari roda perlu di stel ulang. Anda dapat memperbaikinya sendiri dengan menggunakan kunci jari2 roda atau membawanya ke bengkel sepeda.

8. Cek Sistem pengereman

Rem merupakan salah satu bagian fital dari sepeda. Jika rem tidak dapat berfungsi dengan baik keselamatan Anda menjadi taruhannya. Untuk mengecek rem roda depan, berdirilah di depan sepedaAnda dan tekan rem roda depan, kemudian tarik sepeda ke depan jika frame dan roda belakang terangkat berarti rem roda depan masih berfungsi dengan baik, jika tidak segera ganti kampas rem depan dengan yang masih bagus.

Untuk rem roda belakang, berdirilah di depan sepeda dan tekan rem belakang, jika roda depan terangkat di antara sela kaki Anda kemungkinan rem belakang masih berfungsi dengan baik, jika tidak segera cek dan ganti kampas rem dengan yang baru.
Kedua tips untuk pengecekan sistem pengereman tersebut dapat diterapkan baik pada rem dengan V brake atau dengan disc brake. Cek semua setelan kabel atau minyak rem (disc brake dengan oil).

9. Pelumas
 
Bagian-bagian penting sepeda gunung yang harus diberi pelumas adalah bagian rantai, shifter, sistem pengerak roda depan dan belakang (FD-RD), pedan dan lengan pedal.
Gunakan pelumas yang bagus jangan menggunakan oli bekas, gunakan cairan pelumas yang khusus untuk rantai, banyak beredar di pasaran adalah pelumas untuk rantai kendaran roda 2 bermotor.
Sepeda gunung atau mountain bike (MTB) kadang dipergunakan untuk menaklukan medan-medan khusus – tidak selalu on-road – baik melalui medan off-road kering maupun off-roadbasah. Medan yang terakhir ini kadang membuat Sepeda MTB Anda menjadi ‘belepotan’, penuh dengan tanah basah yang menempel di seluruh bagian sepeda Anda, baik frame, ban maupungear Anda. Hal ini tentunya membutuhkan penanganan khusus ketika membersihkannya.

1. Air Sabun. Pertama-tama gunakan air sabun (detergen) untuk menghilangkan dan melarutkan lumpur atau tanah kotor dari seluruh body speda dan ban, menggunakan kain, sikat dan kuas. Hindari penyemprotan langsung air ke seluruh body sepeda. Karena dikhawatirkan air akan turut masuk ke laker dan gear, dimana nantinya justru akan membuat karat di dalamnya.

2. Gunakan Bensin. Khusus untuk membersihkan gear, fork – untuk jenis single/double crown – laker ban, rantai (chain) atau persendian yang lain, gunakan bensin untuk melarutkan kotoran dengan bantuan kuas. Khusus untuk rantai, bersihkan secara khusus segmen per segmen rantainya dari pasir untuk memperlancar gesekan antar segmen.

3. Oli (Penetran). Setelah seluruh sepeda bersih dari kotoran/lumpur dan tanah, semprotkan oli (penetran) ke bagian-bagian persendian tersebut, seperti chain, gear, suspension fork , dsb. Penetran juga dapat dipergunakan untuk menghilangkan jamur aluminium yang seringkali muncul pada bagian breaker-handle.

4. Pelapis Body. Gunakan pelapis body/cat – seperti pelapis body mobil – untuk memperkilau cat sekaligus menjaga warnanya supaya tidak lekas pudar.

5. Semir Ban. Gunakan semir ban, untuk lebih mempercantik penampilan sepeda MTB anda. Karena Ban merupakan salah satu komponen dominan dari sepeda MTB Anda. Kini sepeda Anda nampak seperti baru kembali.


Sumber: zonasepeda.com, bmcckarawang.blogspot.co.id

SEPULUH KEAJAIBAN YANG DI LAKUKAN GOESER PEMULA

Sebuah Tips - SEPULUH KEAJAIBAN YANG DI LAKUKAN PEMULA

Kita sudah mengenal sepeda gunung bahkan sekarang sepeda yang kita pergunakan sehar-hari2 adalah dari jenis sepeda gunung bukan lagi sepeda balap atau sepeda onta seperti dulu. Mungkin dikarenakan kebiasaan bersepeda pada saat yang lampau dan hanya di kendarai di jalan raya, maka setelah kita memang benar-benar ingin serius berolah raga sepeda gunung di alam bebas (bukan jalan beraspal) kita masi dapati banyak pemula yang melakukan kesalahan-kesalahan (dikarenakan mereka belum mengetahui teknik2 bersepeda gunung yang sebenarnya). Mengendrai sepeda gunung pada jalur / medan yang berbeda (tanah kering, berbatu-batu, becek, dll) kita tidak akan mungkin bisa benar-benar ahli, walaupan kita sudah sangat terbiasa atau terlatih pun. 

Untungnya, para pencinta sepeda gunung kebanyakan juga pencinta alam yang lebih senang bersepeda didaerah alam bebas (pedesaan, pegunungan, dll), dan walaupun harus melalui jalur yang sulit dan menantang semua itu akan dilaluinya dengan semangat (bias menjadi rekreasi). Dalam artikel ini penulis hanya ingin mengulas hal-hal / kesalahan yang sangat mendasar untuk bersepeda gunung dialam terbuka. Selanjutnya apa bila anda dapat secepatnya menyadari / menemukan kesalahan-kesalahan yang telah diperbuat, maka akan lebih cepat pula anda mahir bersepeda gunung dimedan sesulit apapun. 




Keajaiban # 1: 
Sadel atau seatpost kependekan 



pasti anda sering menjumpai pemula mengendarai sepedanya dengan posisi sadel yang sangat rendah, keliatanya seperti kurang luwes, dan MTB kan bukan BMX. Para pengendara sepeda MTB dapat dikatakan bahwa mereka itu sebetulnya dapat dikatakan pengendara juga, dan mesin juga (separo-separo). Bersepeda dengan sadel rendah akan mengurangi sebagian tenaga mesin kita (otot kaki) ! Kita akan sulit untuk mengendalikan sepeda dengan luwes, dan makin kita menggunakan tenaga dengan kuat lutut kitapun semakin menderita. Aturlah tinggi sadel dengan ketinggian yang cukup ( bisamenjadi patokan ialah antara jarak telapak kaki bersepatu dengan selangkangan anda pada posisi berdiri lalu dikalikan 0,883 = jarak as batang pedal / crank ke sisi atas sadel ), sehingga pada saat kita mengayuh pedal posisi lutut akan tertekuk sedikit pada saat telapak kaki kita berada pada posisi pedal terendah, kita boleh merendahkan sadel tidak lebih dari 1,5 cm dari patokan tersebut diatas. Perlu diingat untuk berjalan kaki kedua telapak kaki kita memang harus berada di jalan, tetapi itu tidak berlaku bagi pengendara sepeda gunung 




Keajaiban # 2: 
Mesralah dengan kedua tuas rem (brake levers) 



Tempatkan hanya kedua jari kita pada tuas rem, jangan keseluruhannya. Pemula biasanya akan panik atau gugup pada saat pertama kali menjumpai lintasan yang sulit, mereka langsung mencengkram tuas rem dengan seluruh jarinya. Disamping letak tuas rem berada pada stang sepeda (handlebars) dan harus dilakukan bergantian (simultan) untuk melakukan pengereman dan pengendalian sepeda, dan sekali saja seluruh jari anda terlanjur mencengkram tuas rem, anda akan sulit untuk mengedalikan setang sepeda pada saat anda harus memilih mengendalikan tekanan pada rem dan juga harus melakukan manufer2 dilintasan. Gunakan jari kelingking dan jarimanis kita untuk memegang stang speda, dan kendalikan tuas remnya dengan sisa jari anda yang terbebas (jari telunjuk dan jari tengah) 




Keajaiban # 3 
Main prosotan 



Jangan percaya bila ada yang mengatakan bahwa menggunakan rem depan itu berbahaya. Jangan bergantung hanya pada rem belakang untuk memperlambat dan menghindari nyerosot atau mengimbangi pengendalian sepeda anda. Rem depan memegang peranan utama dalam lintasan tak beraspal. Pada saat pengereman dan menuruni bukit semua beban pada sepeda akan diteruskan ke roda depan. Mulai berlatihlah menggunakan kedua rem depan dan belakang bersamaan. Anda dapat menghindari dari kepanikan pengereman dalam situasi bahaya dengan cara meletakan satu jari pada tuas rem depan dan dua jari pada tuas rem belakang. Perhatikan suara gesekan roda, pada saat roda mulai agak merosot / terkunci kendorkan sedikit supaya roda dapat berputar. Tak apa-apa menjadi lambat sedikit, selama roda sepeda anda tetap berputar anda akan lebih mudah mengendalikan sepeda anda. Roda yang terkunci dan merosot akan selalu meluncur lurus kedepan dan tidak dapat dibelokan arahnya. 




Keajaiban # 4 
TTB (tuntun bike) juga tidak dimarahin 



Anda pasti akan menjumpai lintasan-lintasan yang sulit dilakukan mengingat kemampuan teknik anada yang terbatas pada saat sekarang. Jangan malu-malu untuk turun dari sepeda dan menuntunnya bahkan memanggulnya bila perlu. Pada kenyataannya semua pengendara sepeda gunung banyak melakukan hal ini, dan bahkan ada yang memasang busa pada bagian top tubenya (palang paling atas pada rangka sepeda) agar nyaman memanggul sepedanya. Tidak apa-apa untuk menuntun sepeda pada lintasan-lintasan sulit selama kemampuan teknik anda masih terbatas . Apabila kemampuan teknik sudah lebih baik cobalah lintasan-lintasan sulit tersebut satu-persatu sampai anda benar-benar dapat menguasainya. Orang yang sudah terlanjur trauma karena pernah terjadi kecelakaan pada suatu lintasan akan selalu takut dan enggan untuk mencobanya lagi. 




Keajaiban # 5 
Munduran sedikit pak ! 



Kebanyakan penyebab kecelakaan yang dialami oleh para pengendara di lintasan turunan yang tinggi dan curam adalah tiba2 ditengah lintasan mereka menyadari bahaw lintasan yang sedang dilaluinya sangat menyeramkan, (menjadi ragu-ragu) dan mereka memutuskan untuk merubah posisi duduknya kedepan sadel bergantung pada top tube (palang atas sepeda). Sipengendara akan segera mencengkram kedua tuas rem kuat-kuat, kakinya menimpa handlebar, roda depan yang terkunci dan nancep ditanah menyebabkan sepeda terpelanting dan pengendara terjun bebas. Pada saat kita mulai sadar akan bahaya (ngeri) mengehadapi turunan yang curam dan apa bila mau mencoba juga, maka segera lepaskan sebelah kaki dari pedal (untuk berjaga2), dan mundurkan posisi kita kebelakang sadel (memindahkan berat badan kebelakang) agar bila roda depan terkena hambatan pengaruhnya akan berkurang, kita dapat menggunakan sadel sebagai penyangga tubuh dengan meletakkan perut pada sadel, dan kaki sebelahnya lagi tetap pada pedal, kedua tangan tetap siap pada stang untuk pengendalian, wuuihh !! ampir aja. Untuk sementara anda dapat mengulangi hal tersebut daiatas dan meluncur dengan tenang. 




Keajaiban # 6 
Manusia bukan onta. 



Atlit terlatih yang masih segar sanggup berpacu selama 2 jam tanpa air, dan akirnya akan menderita dan mengendur pada tahap pertama dehidrasi (kekurangan cairan tubuh). Pemula biasanya jarang / malas 
minum, walaupun sebetulnya mereka bisa membawa minuman cadangan disepedanya, kita bisa mengatur alarm jam untuk interfal 15 menit, minum segera paling tidak setiap interfal tsb diatas, walaupun cuaca sedang sejuk. Makanlah makanan ringan ber energi (coklat, energy bar, atau sejenis) setiap 30 atau 45 menit pada setiap turing (perjalanan panjang) yang dilakukan lebih dari satu jam. 
Memang makanan ringan seperti tersebut diatas tidak membuat kita kenyang dan seakan2 kita tidak yakin dengan manfaatnya, tetapi hal ini dapat membuat tubuh kita mendapat suplai yang dibutuhkan, ini dapat menolong menghindari kita dari kejang otot, dan perasaan letih pada saat habis melakukan touring yang melelahkan. 




Keajaiban # 7 
Berpakaian berlebihan. 



Untuk hal2 tertentu banyak orang senang mengenakan celana training dan sweter tangan panjang untuk ber olah raga, bahkan kadang2 menggunakan kaos dalam dengan alasan untuk menyerap keringat lebih banyak, hal ini sering dilakukan pula oleh para pemula MTB’ers. 
Keringat yang menumpuk pada kaos akan menghambat penguapan keringat pada tubuh, keringat yang terperangkap akan menyebabkan panas tubuh cepat naik pada titik didih setelah sepuluh menit. Gunakan bahan yang halus dingin agar keringat dapat mudah menguap dari tubuh kita, dan gunakan bahan nylon atau bahan sejenis dengan rajutan sedikit renggang sehingga keringat dapat mudah menguap melaluinya, akan lebih bagus apabila kita menggunakan pakaian dengan bahan kusus dibuat untuk olahraga bersepeda, bahan tersebut dapat dengan mudah menguapkan keringat kita dari badan sehingga badan kita akan terasa selalu kering, dan bahan tersebut dapat menahan angin atau udara dingin dari luar, berpakaian seringkas mungkin akan lebih baik. 




Keajaiban # 8 
Pendekar bungkuk 



Kebanyakan pemula lebih suka bersepeda dengan posisi tegak di jalan datar dan akan mendorong kan badannya kedepan pada saat tanjakan yang curam. Untuk menjaga roda belakang tetap menggigit ditanah, kita harus memberi beban pada roda belakang. Sedang alasannya mengapa kita agak condong kedepan karena kita perlu memperhatikan jalur lurus didepankita mulai dari ujung roda depan sepeda yang kita kendarai. Duduklah mengarah depan pada sadel, dan konsentrasikan pandangan kita kedepan kira2 3 ~ 4,5 m dari sepeda kita. 
Agak mundur sedikit sehingga roda belakang mendapat cukup tekanan dan roda depan terasa agak ringan. Jangan buru2 terlalu maju kedepan sebelum anda benar2 sudah melewati batas puncak tanjakan, karena kita akan kehilangan traksi dan kandas sebelum mencapai puncak 




Keajaiban # 9 
Mr Loyo 



Para MTB’ers amatiran bisanya genjot sangat cepat / kuat walaupun perjalanan baru mulai atau belum setengah perjalanan bahkan dalam kondisi fisik yang buruk (abis begadang, macul, dll). Tapi jangan harap dapat medali emas dalam olimpiade bila belum apa2 udah dikebut abis. Bersepeda gunung adalah olah raga yang sangatlah menyenangkan apabila anda dapat mengatur / mengetahui saat2 yang tepat kapan kita harus mempercepat atau memperlambat genjotan. Awas cadangan oxygen ditubuh anda hanya bertahan selama 10 menit, dan 45 menit untuk mengolah cadangan carbohidrat dalam darah atau dalam organ fital anda, setelah itu tubuh anda akan berkerja keras untuk membentuk / mensuplai energi untuk keperluan tubuh anda. Jadi memboros-boroskan tenaga pada awal2 akan menjadikan anda Mr Loyo pada sisa waktu anda. Genjotlah sepeda anda dengan tempo konstan (stara dengan ritme bila anda sedang joging) sampai kira2 setengah dari seluruh perjalanan anda. 




Keajaiban # 10 
Awas saya mau nyungsep 



mata anda adalah kepanjangan dari sistem otak anda. Pada kenyataannya mereka berkerja Mata adalah kepanjangan dari sistem otak kita.. Kadang kadang kita menjumpai halangan didepan kita berupa jalur yang berbukit terjal, akar pohon, celah dan lain2, dan otak kita langsung memberi isyarat untuk terus melibasnya pas ditengah2 jalur tsb (kita tidak melihat kesulitan lain dibelakangnya), ini terjadi karena mata kita sudah terpaku pada satu obyek dan otak mengrendalikan tubuh kita secara tidak sadar (reflek). Usahakan kita untuk melihar sisi lain dari jalur / rintangan yang berdad di depan kita jangan terpaku oleh satu obyek saja, coba cari daerah aman lain disekitarnya anlisa dulu keadaanya lalu ambil keputusan untuk melakukan tindakan. Jika memang anda akan ambil jalur itu juga tetaplah berjaga-jaga agar apa yang anda harapkan akan terwujut. (kaskus.co.id/frensta)